March 5, 2009

Asas Tareqat 6(Usuluddin)

Usuluddin: Sebelum dan sesudah bertareqah oleh Fakir Amal Perlunya belajar Ilmu Usuluddin terlebih dahulu sebelum memperdalamkan ilmu Tariqat dan Ilmu Haqiqat kerana di khuatiri kita akan tersasul atau tersalah dalam I’tiqad kita. Kalau I’tiqad sudah sesat segala ibadat kita akan hancur sehancur-hancurnya. Bahaya inilah yang paling dibimbangi oleh Ulama sufi dahulu kala dan zaman sekarang dan banyak kita saksikan segala macam fitnah yang berlaku di kalangan orang yang kononnya ahli tariqat atau ahli makrifat atau ahli haqiqat atau ahli wushul atau ahli irfan dan segala macam nama yang muluk-muluk lagi mencetuskan kerosakan pada ilmu Tariqat itu sendiri. Dalil Pertama:Adapun dalil […]
March 5, 2009

Asas Tareqat 5 (Pengertian Tawassul)

Pengertian Tawasul Tawasul[1] berarti perantara atau penghubung, sebagaimana Allah memiliki Ruhul Amiin, Jibril AS, untuk menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW. Demikianlah pencapaian makrifat kepada Allah, yakni terungkapnya hijab dengan Allah melalui rantai-rantai wasilah, yakni perantara yang sampai kepada Rasulullah. Demikian karena si hamba dhaif lagi faqir, maka perlulah bertawassul kepada Balatentara Allah yang suci agar hajatnya mudah sampai hadhirat Allah Yang Agung lagi Suci daripada gambaran hamba yang hina. Perintah Allah Ta’ala dalam Al-Quran: “Wahai orang-orang yang beriman, taqwalah engkau kepada Allah dan carilah wasilah sebagai jalan yang mendekatkan dirimu kepadaNya dan bermujahadahlah (berjuanglah) pada jalanNya, supaya kamu mendapatkan keberuntungan”.[2] […]
March 5, 2009

Asas Tareqat 6(Pengertian)

Pengertian dan Cara Berabithah Adalah merupakan suatu pandangan umum jika kita mengatakan bahwa akal dengan pemikiran positifnya dan juga negatifnya akan mengantarkan manusia melakukan amal perbuatan selaras dengan apa yang dipikirkannya. Ketika seseorang membayangkan pikiran yang kotor/negatif, maka bayangan itu akan mengantarkannya kepada perkara yang tidak suci. Sebaliknya memantapkan suatu bayangan positif dalam alam pikirannya akan mendorongnya kepada amal perbuatan yang bermanfaat. Karena manusia adalah makhluk yang diberi cahaya akal untuk berfikir maka langkah awal adalah berfikir baru menerapkan kepada tindakan. Manakala bayangan pikiran yang tak semestinya memasuki kedalaman hati manusia, maka pikiran-pikiran negatif dan syaitani akan menyebar benih, yang […]
March 5, 2009

Asas Tareqat 4( Mereka Yang Bertawassul)

Mereka yang Bertawasul (Mutawassilun) (i) Rasulullah juga bertawasulBertawasul itu ternyata bukanlah semata-mata sebagai ilmu atau amalan yang dikembangkan oleh orang-orang yang berthariqat saja, tetapi Rasulullah SAW sendiri bertawasul, dan semua umat Islam bertawasul di dalam shalatnya (yakni ketika bertasyahud). Kenyataan ini membuktikan bahwa landasan bertawasul tidak hanya menggunakan pijakan hadits Nabi yang perjalanannya sering diragukan keberadaannya (shahih atau tidak). Bahkan kaidah keshahihan menurut jumhur Ulama mulai dipermasalahkan oleh umat Islam sekuler.Kita membaca do’a tasyahud dengan bacaan berikut: “Yaa Allah berikan limpahan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah berikan itu semua kepada Nabi Ibrahim beserta […]
March 5, 2009

Asas Tareqat 3 (Wajah Ulama)

Keutamaan memandang wajah ulama Mata yang memandang mempunyai pengaruh kuat dan berdampak signifikan terhadap aktivitas batiniyyah kita. Begitu kuatnya pengaruh itu sehingga mempengaruhi kekhusyu’an seseorang untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Syekh Thahir bin Saleh Al-Jazairi dalam kitabnya: Jawahirul Kalamiyah menguraikan sebuah permasalahan: ‘Bagaimana mata mempunyai pengaruh, padahal mata itu hanya termasuk bagian badan manusia yang lembut dan tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang dilihat, dan tidak ada sesuatu yang keluar dari mata itu yang berhubungan dengan sesuatu yang dilihat?’ Maka dijawab bahwa tidak ada yang menghalangi jika sesuatu yang lembut itu mempunyai pengaruh yang kuat, dan tidak diisyaratkan bahwa adanya […]
March 5, 2009

Asas Tareqat 2 (Mursyid)

Setiap Mursyid yang ada pada thariqat di manapun juga dapat dijadikan sandaran untuk berabithah, namun yang lebih utama adalah mempunyai kriteria atau ciri-ciri seperti yang diisyaratkan Al-Quran dan Al-Hadits, yakni: 1.       Adanya istikhlaf, pemandatan kekhalifahan (kepemimpinan) secara pemilihan melalui proses Ilahiyah, bukan berdasarkan proses demokrasi, yakni pengangkatan dari seluruh jama’ah. Tegasnya, kebijakan dari Atas ke bawah, bukan dari bawah ke atas. Prosesnya menyerupai seorang Presiden diangkat oleh Gabenor dengan Timpalan Presiden. Pengangkatan kepemimpinan yang didasari kehendak manusia mempunyai segudang kelemahan, dan penggunaan suara terbanyak dalam menentukan suatu kepemimpinan tidak bisa menjamin datangnya rahmat dan keridhaan Allah, sebab nilai-nilai kebenaran bukanlah […]
March 5, 2009

Asas tareqat 1

Peri pentingnya memahami peranan dan pengertian salasilah sebelum dan sesudah menghayati sesuatu Tareqah oleh Fakir Amal Bila di sebut Tariqat maka Mursyid adalah perkara yang amat mustahak. Tariqat ialah perjalanan menuju Allah Ta’ala manakala mursyid lah yang memimpinnya ke arah tujuannya itu. Kalau Tariqat di ibaratkan sebagai sampan manakala Mursyid pula di ibaratkan sebagai nakhodanya yang memimpin haluan sampan tersebut. Kedudukan Mursyid di dalam sesebuah jamaah tariqat tidak keterlaluan faqir katakan adalah ibarat nyawa bagi sebuah jasad. Tidak hairanlah ada ahli sufi yang berpendapat : “Rahsianya(intipati perjalanan tariqat) itu adalah pada masya’ih bukannya pada zikir”. Dan berkata Syeikh Tajaldin Naqsyabandi […]