BAB DELAPAN BELAS Awan
March 27, 2010
LAMPIRAN Pencari Kebenaran
March 27, 2010
BAB DELAPAN BELAS Awan
March 27, 2010
LAMPIRAN Pencari Kebenaran
March 27, 2010

Inilah keabadian, dapat diperbarui dan bukti yang hidup. Al-Quran adalah keajaiban yang abadi di tangan kita sampai akhir zaman. Pada 14 abad yang lalu, suku Badui di padang pasir menguji al-Quran dan menemukan pengetahuan ketuhanan di dalamnya, yang mana dia mengakui al-Quran dari Tuhannya dan ditegaskan dengan teliti melalui pesan Nabi Muhammad SAW.

Sekarang ini, para ilmuwan dengan disiplin ilmu pengetahuan yang bervariasi mempelajari al-Quran untuk mendapatkan pengetahuan ketuhanan yang sama yang mana mereka diberi bukti yang sama dan ditegaskan bahwa hal ini berasal dari pencipta alam semesta. Demikian juga bukti itu menegaskan keaslian buku itu melalui Nabi Muhammad SAW Kami telah bertemu dengan sejumlah ilmuwan yang sebagian dari mereka telah menegaskan bahwa pengetahuan ini bukan berasal dari manusia.

Profesor Dorja Rau mengatakan: “Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal ini secara detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu pengetahuan manusia secara sederhana. Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa pengetahuan bisa berasal dari luar alam semesta ini. “

Profesor Amstrong berkata: “Mungkin ada sesuatu di luar pemahaman kita yang sesuai dengan pengalaman manusia biasa untuk rnenerangkan tulisan yang telah kita lihat. “

Profesor Dorja Rao berkata: “Dengan demikian, saya pikir informasi itu pasti berasal dari sumber supernatural.”

Sebagian dari mereka mengekspresikan dengan tidak gentar dan menegaskan bahwa pengetahuan ini hanya berasal dari Allah, pencipta alam semesta.

Pertanyaannya: Kemudian Anda pikir dari siapa sumber infiormasi ini?

Profesor Hay menjawab: “Saya pikir ini pasti dari Tuhan.”

Profesor Kroner : “.. .metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun lalu. “

Profesor Marshal Johnson: “Saya tidak menemukan perbedaan di sini dengan konsep yang berkaitan dengan ketuhanan yang terlibat di dalam apa yang telah ditulis.”

Profesor Shroeder: “Sebenarnya, ilmuwan sekarang rnenemukan apa yang telah dikatakan sebelumnya: ”

Profesor Persaud: “Tidak ada kesulitan dalam pikiran saya mengenai wahyu yang hebat atau yang diturunkan kepadanya dengan pernyataan­pernyataan ini. “

Sebagian dari mereka menyimpulkan pernyataan mereka sebagai berikut :

Profesor Keith Moore: “Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan ini pasti berasal dari Allah melalui Muhammad, sebab hampir seluruh pengetahuan ini tldak ditemukan sampai beberapa abad setelahnya. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. “

Sebagian dari mereka mengucapkan shahadat dan memeluk Islam.

Profesor Tejasen: “Saya pikir inilah saatnya mengucapkan “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Tidak ada keraguan bahwa al-Quran adalah keajaiban abadi yang kita miliki. Sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran:

“Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. ” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Quran (kepadanya). ” (QS al-An’am : 19)

Dengan demikian, siapapun yang telah diberi informasi tentang al-Quran ini mengemban kesaksian dan peringatan. Sifat dasar kesaksian ini tiap-tiap ayat dalam kitab Allah berisi penegasan secara ilmiah. Setiap ayat berisi pengetahuan ketuhanan. Setiap abad, kaum cendekiawan membuat kemajuan baru pada bidang mereka yang bermacam-macam.

Allah telah berfirman:

“. . . tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu, Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya. . . ” (QS an-Nisa : 166)

Al-Quran adalah keajaiban yang memulai lagi dirinya sendiri dengan cara yang sesuai untuk setiap zaman / masa.

Allah telah berfirman:

“Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. ” (QS al-An’am : 67)

Dengan yang kita simpulkan ini, semoga Allah menerimanya dengan sungguh-sungguh demi Allah sendiri. Amin.