Language

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini422
mod_vvisit_counterSemalam956
mod_vvisit_counterMinggu ini4850
mod_vvisit_counterMinggu Lepas7086
mod_vvisit_counterBulan ini23318
mod_vvisit_counterBulan Lepas29319
mod_vvisit_counterSemua887116

Online: 49
IP Anda: 107.20.129.212
Jam: 12:20 , 24-05-2013
Banner
Banner

Quran Verse

Verse of the day:
Say: "Bring forward your witnesses to prove that Allah did forbid so and so." If they bring such witnesses, be not thou amongst them: Nor follow thou the vain desires of such as treat Our Signs as falsehoods, and such as believe not in the Hereafter: for they hold others as equal with their Guardian-Lord. 6:150
My Link on Facebook
Penyaksian Sang OmbakPDF | Print | E-mail

Sumbangan dari: Attholib - This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Ombak penyaksian bergulung-gulung,
Membawa cerita kesempurnaan,
Berulang-ulang ia bercerita,
Namun tiap kali ia menutup kalam,
Aku terlepas mana yang hujung, mana yang pangkal.

Mengapa ombak sentiasa berubah?
Ada kalanya ia bagaikan sang raja rimba,
Ngaumannya saja bisa membuat pelanduk hilang selera,
Ada kala ia bagaikan sang katak,
Bersembunyi di bawah tempurung,
Dengan harapan dia bisa terselamat jika langit mulai runtuh.

Perlukah aku merasa curiga dengan cerita ombak?
Yang tiada lain hanya menafikan dirinya sendiri..
Aku bukannya ombak.. Aku bukannya ombak.. kata sang ombak,
Bagai lulucon murahan,
Berbasa-basi dengan ketuanan cahaya suci,
Yang bisa saja meranap segala macam cerita,
Atau bisa juga mengiyakan cerita sang ombak,
Walau bagaikan menunggu kucing bertelur,
Masih lagi ombak mengulang-ulang cerita yang sama.

Para hakim di daratan telah memutuskan ombak tetap ombak,
Walau diwarnakan dengan apa warna sekalipun,
Walau disepuh dengan emas tulin sekalipun,
Tetap ia ombak, tetap ia bergulung-gulung..
Tetap ia ombak..

Ingin sekali aku mempercayai kata ombak,
Kerana mimpi bersulam keindahan, ketulusan, dan kedamaikan,
Hanya di situ mampu memberi aku segala-galanya,
Hanya di situ bisa aku tidur lena,
Tanpa risau jika esok tiada lagi bagiku.

Wahai samudera raya,
Adakah kau mengiyakan kata-kata sang ombak,
Atau kau sebenarnya menidakkannya,
Atau kau sebenarnya tidak ambil peduli?

Samudera beransur surut takala mentari mulai beradu,
Ombak yang tadi tidak putus-putus memukul pantai,
Hilang entah kemana,
Dan kini aku faham,
Benarlah kata sang ombak,
Ia bukannya ombak..
Ia bukannya ombak..

Share this post

 
Templates and Extensions by ZooTemplate.Com
Home Penyaksian Sang Ombak